Showing posts with label Gereja. Show all posts
Showing posts with label Gereja. Show all posts

Thursday, October 3, 2013

BAGAIMANA DENGAN ANAK KECIL DAN ANAK MUDA KITA?

Dalam gereja modern, kita sudah terbiasa dengan adanya program Sekolah Minggu dan Ibadah kaum Muda. Dimana orangtua mempercayakan pertumbuhan iman anak dan remaja mereka pada orang lain. Hingga terkadang bila anak atau remaja mereka nakal yang disalahkan adalah guru sekolah minggu-nya atau ketua remaja & pemuda-nya, yang tidak becus menanamkan kebenaran dalam diri putra putri mereka. Benarkah itu tanggungjawab guru sekolah minggu dan ketua remaja-pemuda?

Dalam Ulangan 6:6-9 “Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu, dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu.”

Orangtua memiliki tanggungjawab memperkenalkan Tuhan pada anak-anaknya dan memastikan bertumbuh di dalam Dia. Ingat kita sebagai orangtua-lah yang bertanggungjawab langsung kepada Tuhan, jadi kita harus berhenti menyalahkan orang lain bila anak kita “nakal”.

Teladan kita adalah Tuhan Yesus, Ia tak pernah menolak anak-anak kecil dalam pertemuanNya. Saat Ia memberi makan lima ribu orang disitu hadir pula wanita dan anak-anak (Matius 14:21). Begitu pula kala Ia memberi makan empat ribu pria dewasa, disitu juga hadir wanita dan anak-anak (Matius 15:38). Para rasul pun dalam Kisah Para Rasul 21:5b,” Murid-murid semua dengan isteri dan anak-anak mereka mengantar kami sampai ke luar kota; dan di tepi pantai kami berlutut dan berdoa.”

Dalam jemaat mula-mula tidak ada pemisahan program, semua terlibat dalam satu kesatuan. Tidak diketemukan ayat dimana sebelum berkhotbah atau mengajar Tuhan Yesus meminta anak-anak dipindahkan agar tidak mengusik orasinya. Bahkan kita tahu anak-anak merasa aman dan nyaman berada di dekat Tuhan Yesus. Dalam Matius 18:1-5, “Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: “Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?” Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku.”

Banyak sekali orangtua yang merasa serba salah bila saat kebaktian tiba-tiba anak mereka rewel. Apalagi semua pandangan tak senang ditujukan pada pasangan tersebut. Saya dulu pun “pendeta” yang tidak suka anak kecil mengganggu alur khotbah yang sedang saya coba bangun. Sangat mengganggu sekali ketika seorang anak kecil ribut di tengah penyampaian khotbah hingga kadang mengakibatkan saya lupa khotbahnya sudah sampai dimana. Tetapi lalu saya menyadari dan bertobat, ketika anak ribut di tengah ibadah dapatkah saya menguasai diri dan tetap tenang? Apakah karakter Kristus yang tampak atau karakter boss yang tidak suka perkataannya dipotong? Bila Tuhan Yesus tidak pernah terganggu dengan kehadiran anak-anak, mengapa saya merasa terganggu?

Tidak diketemukan satu ayatpun yang berbicara mengenai pelayanan sekolah minggu atau pun ibadah remaja-pemuda. Tidak diketemukan ayat yang berbicara mengenai pelayanan atau karunia mengajar anak-anak dan remaja-pemuda. Tidak ada jabatan guru sekolah minggu atau ketua pemuda atau gembala kaum muda.

Anak membutuhkan teladan dan bimbingan dari orangtuanya dalam hal kerohanian. Program sekolah minggu itu baik (it’s a good idea) tetapi sesuatu yang baik belum tentu rencana Tuhan yang sempurna (God’s idea). Tahukah Anda bahwa Axel Rose, vokalis grup rock Guns and Roses, merupakan murid teladan di Sekolah Minggu yang dapat menghafalkan banyak ayat? Atau tahukah anda bahwa Marylin Mason, vokalis grup rock Marylin Mason, merupakan murid Sekolah Minggu yang “terluka” oleh sikap gurunya yang sering merendahkan dan mengejeknya? Hingga akhirnya menjadi seorang penyanyi dan penulis lagu yang menentang kekristenan, ia kini menjadi seorang satanist (penyembah Setan). Sebastian Bach, vokalis grup Skid Row, merupakan anak dari keluarga Pentakosta yang taat tetapi akhirnya menjadi pemberontak sebab dibesarkan untuk mengikuti aturan-aturan agama yang ketat tanpa ada kasih. Bagaimana dengan anak pendeta? Inban Caldwell merupakan anak seorang pendeta gereja Anglikan di Singapura, beliau bercerita bagaimana beliau pernah terluka oleh disiplin sang ayah yang mewajibkan anak-anaknya patuh terhadap aturan agama. Hingga saat remaja beliau pun menjadi “pemberontak” dan dianggap mencoreng reputasi sang ayah. Sampai Inban Caldwell bertemu Tuhan Yesus secara pribadi, dan perisitiwa itulah yang mengubah kehidupannya....bukan program agama. Program agama tidak dapat membuat anak-anak kita takut akan Tuhan mereka butuh kasih, perhatian, bimbingan dan teladan dari orangtua. Program anak mungkin memberikan banyak informasi Alkitab tetapi belum tentu merubah karakter anak.

Bila kita hendak mempraktekkan pola ibadah jemaat mula-mula, maka kita harus menyadari bahwa kita harus membangun hubungan yang akrab diantara orang dewasa maupun anak-anak kita. Dimana bila rasa persaudaraan terbangun kuat dan terbuka, kita dapat merasa aman satu dengan yang lain. Kita harus memupuk rasa kasih sayang bukan saja bagi saudara-saudara kita yang telah dewasa tetapi juga menerima anak mereka seperti anak kita sendiri.

Anak-anak dapat terlibat secara proaktif dalam pertemuan ibadah kita. Bukan hanya orangtua yang dapat memainkan musik atau mengajak menaikkan lagu pujian! Anak-anak pun dapat bermain musik dan mengajak bernyanyi memuji Tuhan. Mereka dapat bersaksi, membaca ayat firman Tuhan, dan lain-lain. Kreativitas pun dapat kita kembangkan dalam pertemuan-pertemuan ibadah kita, bila orang dewasa merasa bosan dapat dipastikan hal itu pun membosankan bagi anak-anak dan remaja kita. Kita tetap saja dapat menampilkan acara yang menarik bagi anak-anak maupun remaja kita umpamanya para orangtua memainkan panggung boneka, atau menyampaikan firman Tuhan dengan kostum tertentu, atau menonton video yang memiliki nilai kebenaran.

Pertemuan dari rumah ke rumah pun mengajarkan pada kita untuk menerapkan etika dan sopan santun. Menghargai rumah saudara kita dengan menjaga harta miliknya dan menghargai aturan dalam rumahtangga tersebut.

Dalam kebersamaan beribadah seharusnya membuat anak merasa aman bersama orangtuanya dan tidak merasa jadi warga kelas dua di ruangan lain atau lebih parah merasa disisihkan. Anak itu masih kecil ia belum dapat mengungkapkan perasaannya secara utuh. Diamnya seorang anak bukan berarti dia baik-baik saja dapat saja ia mengalami trauma.

Suatu hari saya bertanya kepada Wolfgang Simson melalui email mengenai bagaimana menangani anak-anak yang ribut? Jawabannya adalah,”Masalah itu adalah baik bagi para orang dewasa, apakah buah roh kesabaran dan penguasaan diri sudah matang atau belum dalam diri kita. Bukan masalah keributannya tetapi bagaimana cara kita menangani anak-anak kita dengan benar.” Sumber: Klik disini
Baca Selengkapnya → BAGAIMANA DENGAN ANAK KECIL DAN ANAK MUDA KITA?

Sunday, September 29, 2013

KEIMAMATAN SEMUA ORANG PERCAYA

Adalah kesetaraan diantara orang percaya dalah tubuh Kristus untuk mengerjakan seluruh fungsi-nya sebagai imam di dalam Kerajaan Allah.

Wahyu 1: 5b- 6
Bagi Dia, yang mengasihi kita dan telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya, dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan menjadi imam- imam bagi Allah, Bapa-Nya,- bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selamanya- lamanya. Amin.

I Petrus 2: 9
Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan- perbuatan yang besar dari Dia yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.

Beberapa pendapat para Hamba Tuhan:

Uskup Lightfoot
“ Ide tentang suatu imamat yang universal dan kesetaraan semua orang percaya, meskipun sudah diajarkan sebelumnya, mula- mula diwujudkan dalam Gereja Kristus... Ide ni sampai sekarang tidak dipahami secara sempurna... Maka iniah idaman orang Kristen, suatu masa kudus yang berjalan sepanjang tahun- suatu bait suci yang hanya dibatasi oleh batas- batas dunia yang didiami ini- suatu imamat yang seluas dengan umat manusia.

Alexander Hay:
Pelayanan di dalam jemaat tidak bergantung kepada para pendeta yang berpendidian seminari... pelayanan suatu Gereja di adakan bukan oleh satu/ beberapa orang, melainkan oleh semua anggota Gereja itu. Suatu jemaat bukanlah sekumpulan petobat yang jarang aktif dan senantiasa tidak dewasa shingga harus selalu diasuh, melainkan suatu jemaat yang merupakan suatu sarang pekerja yang sedang bertumbuh dalam pengalaman dan kuasa rohani.




Kebenaran- kebenaran di atas membawa beberapa kesimpulan:


1. Tidak ada perbedaan antara kaum rohaniwan dan kaum awam


Keluaran 19: 5-6 Jadi sekarang jika kamu sungguh- sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi. Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah semua yang harus kaukatakan kepada orang Israel.

Beberapa pendapat Hamba Tuhan: T.C. Hammond
“ Ide tentang perbedaan antara pendeta dan orang- orang Kristen lain, yang membuat terbentuknya suatu “golongan” rohaniwan tidak pernah dikenal dalam Alkitab.

Foakes Jackson
Pada abad pertama kaum awam rupanya telah melayani dengan kuasa yang hampir sama dengan kaum rohaniwan. Roh Kudus telah menyatakan Diri dalam hampir semua anggota umat Kristen itu.

DR. Leon Morris
Tidak ada satu peristiwapun yang didalamnya dikatakan bahwa Tuhan telah mengadakan suatu jabatan pendeta resmi yang harus diberi penghormatan yang semestinya oleh para pengikut Kristus... Jemaat Kristus harus merupakan suatu masyarakat, orang- orang sederajat, suatu persekutuan yang di dalamnya semua orang merupakan saudara dan tidak ada yang mempunyai hak istimewa.

Uskup Lightfoot
Mereka yang disebut imam menurut Injil, seperti ditunjukkan dalam perjanjian baru, hanyalah orang- orang kudus, para anggota persaudaraan Kristen. Sebagai pribadi- pribadi, semua orang Kristen adalah imam- imam.


2.Tugas penginjilan, membaptis dan memuridkan adalah tugas semua orang (baptisan bukan tugas kaum/ golongan tertentu apalagi tugas pendeta).

Matius 28: 19-20
Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus; dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir jaman.

Wayne Hayworth:
Pola aklitabiah bagi jemaat telah memberikan tanggung jawab yang sama kepada semua anggota untuk bersaksi, bahkan memberikan tugas pelayanan serta karunia- karunia Roh yang tepat kepada setiap anggota.


3.Kebaktian/ ibadah adalah milik semua orang

I Korintus 14: 26
Jadi bagaimana sekarang saudara- saudara? Bilamana kamu berkumpul, hendakah tiap- tiap orang mempersembahkan sesuatu: yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau karunia Allah, atau karunia bahasa roh, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun.

Kebaktian bukanlah milik orang- orang yang ada di panggung. Desain seperti ni tidak pernah dikenal di dalam alkitab.

Alexander Hay mendefinisikan kebaktian jemaat sebagai:
Suatu perkumpulan lokal “imam-imam bagi Allah, dengan Kristus sebagai Imam Besar yang hadir di tengah- tengah mereka.

Perkumpulan anggota- anggota jemaat tidak terpusat kepada kotbah tetapi pada Kristus.. Unsur hakikinya adalah kebebasan Roh untuk memimpin kumpulan itu dan untuk memuliakan Kristus dengan memakai siapa saja yang dipilih-Nya. Ada pengakuan penuh akan imamat semua orang percaya.

I Kor 14: 26 menunjukkan suatu keanekaragaman yang mengherankan dalam pelaksanaan ibadah. Tidak ada pengawasan resmi atas hal- hal rinci atau ketaatan pada suatu aturan liturgi yang tetap yang akan dapat menekan kebebasan setiap ekspresi Roh.

W. Telfer:
Kebaktian jemaat seakan- akan berjalan dengan sendirinya tanpa pemimpin atau rencana yang sudah dipersiapkan. Setiap orang Kristen rupanya sama bertanggungjawab terhadap sesamanya atas apa yang sedang berlangsung, karena merupakan harapan umum bahwa setiap orang yang hadir akan bertindak hanya waktu ia tahu bahwa dirinya digerakkan oleh Roh untuk itu. Karenanya peraturan yang Paulus harapkan adalah yang bersifat adikodrati.

Selamat melayani dengan tugas yg sama dengan para “pendeta” .. ingat tugas dan keimamatan orang percaya adalah milik SEMUA orang percaya.

Sumber : Klik Disini
Baca Selengkapnya → KEIMAMATAN SEMUA ORANG PERCAYA

Thursday, August 29, 2013

Gereja itu seperti air jernih

Gereja itu seperti air jernih, yang sangat dibutuhkan demi kelangsungan hidup manusia2 percaya.

Anda dapat menambahkan apapun ke dalam air jernih sesuka Anda sebagai penambah rasa atau warna minuman Anda, air itu tetap akan mendatangkan manfaat. Tambahkan gula dan teh, maka ia akan jadi teh manis yang nikmat bagi yang menyukai teh manis. Tambahkan kopi dan gula, maka ia akan terasa nikmat bagi penyuka kopi. Tambahkan susu, coklat, atau bahan2 lain, maka ia akan menjadi seperti apapun yang Anda inginkan.

Namun ada satu hal yang perlu diingat. Ketika air jernih telah ditambahkan berbagai bahan2 lain, maka ia akan menjadi terbatas kegunaannya. Anda tidak bisa minum teh manis, kopi, susu, coklat, dan bahan2 tambahan lain sebanyak2nya tanpa resiko terserang berbegai penyakit yang akan melemahkan, bahkan membunuh Anda. Demikianlah gereja bila terlalu banyak ditambahkan unsur2 lain akan memang terasa seperti lebih nikmat bagi anggotanya. Namun penambahan unsur2 lain itu pada titik tertentu bisa berbalik menjadi malapetaka. Kebanyakan unsur2 tambahan bisa membuat kecanduan terhadap bahan tambahannya (bukan air jernihnya), dan itulah yang membuat banyak gereja akhirnya tergeletak karena tergerogoti oleh diabetes rohani, kolesterol rohani, dan lain2.

Sebaliknya dengan air jernih yang bersih dan segar, yang bebas dari unsur2 tambahan buatan manusia. Tak ada batasan dalam mengkonsumsinya. Anda dapat minum sebanyak yang Anda inginkan untuk memuaskan dahaga Anda, dan kesehatan Anda tidak akan terganggu. Itulah gereja sederhana, gereja perjanjian baru.

Semakin sedikit Anda menambahkan unsur2 lain ke dalam Gereja Tuhan, semakin bebas Anda menikmati gerejaNya. Gereja yang murni sama seperti air jernih, bisa dinikmati kapan saja, dimana saja, tanpa batasan.

Ini adalah jawaban singkat atas pertanyaan, mengapa gereja begitu terasa menyegarkan ketika masih sederhana, masih kecil, dan menjadi begitu sumpek, rumit, dan memusingkan ketika ia telah menjadi begitu besar, apalagi kalau dia sudah menjadi mega church. Unsur2 tambahan yang terlalu banyak dikonsumsi itulah penyebabnya.

Simple Church is wonderful.
Baca Selengkapnya → Gereja itu seperti air jernih

Tuaian #1; Minimal 72% ???

Yesus sudah pasti tidak sedang bercanda ketika Ia katakan bahwa tuaian itu banyak tapi pekerja sedikit. Apabila Ia katakan tuaian itu "banyak" maka itu pasti artinya benar-benar banyak. Berita gembira buat kita bahwa Yesus tidak pernah gagal atau keliru dalam bernubuat - tidak seperti beberapa orang yg masih doyan bermain-main dengan "loe-boeat".

-------------------------------

Mat_9:37-38 "Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu." Rev_5:9 Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa. Rev_7:9 Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. Rev_14:15 Maka keluarlah seorang malaikat lain dari Bait Suci; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada Dia yang duduk di atas awan itu: "Ayunkanlah sabit-Mu itu dan tuailah, karena sudah tiba saatnya untuk menuai; sebab tuaian di bumi sudah masak."

--------------------------------

Penyataan nubuatan tuaian banyak diatas sudah seharusnya memiliki implikasi mendalam dalam keimanan orang percaya, karena itu adalah suatu ramalan yang harus terjadi dan pasti akan terjadi terlepas dari kita siap atau tidak; mau atau tidak; mengerti atau tidak. Harusnya nubuatan Yesus ini men-DRIVE hidup kita sehingga kita bersedia membayar harga APAPUN itu untuk terlibat di dalamnya. Bersediakah kita tanggalkan "atribut" kita dan merendahkan diri menjadi sama dengan ybs? Bukankah teladan yang sama diberikan Yesus ketika Ia ber-intervensi dan ber-inkarnasi dalam sejarah dan budaya manusia 2000 tahun lalu, mengosongkan dan merendahkan diri, mengambil rupa sebagai hamba dan menjadi sama dengan manusia demi menyelamatkan manusia yang selalu mengkhianati-Nya? Bagi Bapa di Surga: "Tidak ada cara lain lagi". Inilah jantung dari Injil!

-------------------------------------

Tapi...Berapa banyakkah arti kata "banyak" itu? How big is BIG? Apakah 10% cukup? 20% cukup? 30% cukup? atau 40% cukup? Setidaknya Alkitab memberikan 'clue' sbb:

Isa_11:9 Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di seluruh gunung-Ku yang kudus, sebab seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan TUHAN, seperti air laut yang menutupi dasarnya. Hab_2:14 Sebab bumi akan penuh dengan pengetahuan tentang kemuliaan TUHAN, seperti air yang menutupi dasar laut.

Ayat ini menjelaskan bahwa akan ada masanya ketika bumi akan penuh dengan pengenalan akan TUHAN seperti...? Seperti air laut yang menutupi dasarnya. Kita tahu bahwa ilmu pengetahuan mengatakan bahwa prosentase lautan memenuhi luas bumi adalah 72%. Apakah Alkitab ingin mengatakan/menubuatkan bahwa MINIMAL ketika Tuhan Yesus datang kembali akan ada 72% orang yang diselamatkan? Silakan Sdr memiliki tafsiran sendiri-sendiri, tetapi saya memilih mempercayai bahwa ketika Tuhan datang kelak MINIMAL akan ada 72% populasi manusia bumi yang diselamatkan. Dan saya pikir pada kenyataannya akan menyentuh prosentase yang amat tinggi, jauh diatas 72% - terlepas dari berapa banyak orang percaya yang meninggalkan imannya di akhir zaman ini, Tuhan rupa-rupanya bekerja dibalik layar melawat dan mendatangkan keselamatan bagi lebih banyak orang lagi - seringkali tanpa sepengetahuan kita! When God moves, He never ask for our permission.

Saya tidak percaya jika Tuhan menciptakan stadion sepakbola benar-benar bertujuan agar para bintang sepakbola bermain disitu. Stadion dibuat Tuhan sebagai tempat murid Kristus dari segala suku, kaum, bangsa dan bahasa berkumpul, memuji menyembah Tuhan dalam harmoni dan kesatuan serta mendengar pengajaran rasul-rasul, dan menengking orang kuat kota tersebut bersama-sama !

India salah satu contohnya. Perintisan dilakukan tahun 1996 dan pada tahun 2010 telah berdiri 1.500.000 gereja dengan anggota 80 s.d 90 juta orang percaya berlatar belakang seberang. Ini real, ini nyata. Saya tidak sedang bercanda. Dan saya yakin bahwa Yesus-pun juga tidak sedang bercanda.

Mau contoh lain? kasih tahu gak ya...?
Baca Selengkapnya → Tuaian #1; Minimal 72% ???

Friday, August 9, 2013

PERCAKAPAN YANG TIDAK PERNAH TERJADI

Bayangkanlah sebuah percakapan yang berlangsung berabad-abad antara Yesus dan gereja, mempelai-Nya di bumi. Topik percakapan itu adalah "Gereja Rumah si sepanjang masa."

"Kalian pasti ingat perkataanKu waktu itu, Aku akan membangun gereja-Ku," kata Yesus. "Dan karena Aku berjanji akan selalu beserta engkau sampai kesudahan zaman, maka Aku ingin gereja menjadi bagian dari kehidupanmu sehari-hari, ada di tempat dimana kalian tinggal, di rumah-rumah kalian."

Ada suara kasak-kusuk dari tengah-tengah murid-murid.

"Oh," kata Pachomius, si pencetus gerakan Monastik. "Pasti yang Tuhan maksud adalah bahwa Tuhan ingin supaya kami semua menjadi pengikut aliran Monastik dan sel para biarawan, iya kan?"

"Tidak juga," kata Yesus.

"Ecclesiolae in ecclesia? - gereja-gereja kecil di dalam gereja utama, yang besar?" tanya Luther.

"Hampir!" kata Kristus, "tetapi tetap bukan seperti itu yang Aku maksud."

Philipp Jakob Spener bertanya, "Collegiae pietatis - kelompok pendalaman Alkitab yang tekun di rumah-rumah?"

"Kelompok-kelompok doa, atau paling tidak persekutuan dengan model kelompok masyarakat?" tanya pengikut Moravian di Herrenhut. "Boleh juga kalau kita namakan mereka Gemeinschaften!" lanjut mereka

"Tidak, Saya ingin gereja-gereja rumah,"jawab Yesus.

"Sekarang kami tahu apa yang Engkau maksudkan. Kelompok-kelompok pendalaman Alkitab, benar bukan?"

"Hmm, bagaimana dengan kelompok-kelompok pendalaman Alkitab yang bersifat penginjilan? Atau apa pendapatMu tentang LEGS, Lay Evangelistic Group Studies," tanya pelopor pergerakan di Filipina pada tahun 1970-an.

Pada masa-masa akhir abad ke-20, banyak suara berseru meminta perhatian, hampir semuanya pada waktu yang bersamaan.

"Apakah itu kelompok anak muda?" mereka mendesak. "Kelompok peduli? Kelompok-kelompok Sekolah Minggu? Kelompok-kelompok kecil? Kelompok-kelompok rumah? Kelompok kehidupan? Atau, mungkin kelompok-kelompok Hidup Baru? Kelompok-kelompok tindak lanjut? Kelompok-kelompok penemuan? Kelompok-kelompok pemuridan? Kelompok-kelompok pelayanan? Kelompok-kelompok Oikos? Kelompok-kelompok tidak terduga?"

"Tetapi kelihatannya Dia tidak suka dengan kata 'kelompok,'" seseorang mencoba memberi saran. "Mari kita coba dengan sel!"

"Baiklah, bagaimana dengan Sel-sel Rumah, kalau begitu? Atau setidaknya Sel Keluarga? Sel Peduli? Sel Kehidupan? Atau Sel biasa sajalah?"

Tidak ada jawaban.

"Alfa! Pasti yang dimaksudkan-Nya adalah kelompok Alfa!" seseorang berteriak. "Dia pasti menyukai namanya, dan kita suka dengan makanannya - selain bahwa pada kenyataannya itu hanya merupakan sebuah komunitas yang tidak berlangsung lama. Tepat seperti masyarakat jangka-pendek yang kita dambakan."

"Komunitas IntiEklesia?" tanya sebuah pergerakan dalam gereja Roma Katolik.

"Apakah yang Tuhan maksud itu GKM?"

"Apa itu?" tanya Yesus

"Gereja Kecil Mungil-lah Tuhan," suara tadi menjawab.

"Saya tidak mengerti dua kata di belakang slogan itu. Apa yang begitu kecil dan sedikit menyangkut diri-Ku?" tanya Yesus.

"Oh, kalau begitu kami telah menemukannya! Gereja Sel, lengkap dengan Pendeta Pendamping Subdivisi Area, Penginjilan tipe B acara-acara penuaian dan sederet panjang pertanyaan pemecah suasana percakapan yang telah teruji," seru seseorang.

"Baiklah," kata Yesus, "Yang Kumaksud adalah gereja rumah, itu saja, gereja rumah yang tidak rumit dan sederhana, gereja yang berlangsung dalam rumah-rumah biasa. Mengapa kalian begitu sulit memahaminya?"
Baca Selengkapnya → PERCAKAPAN YANG TIDAK PERNAH TERJADI

Tuesday, July 30, 2013

Gereja: “Rumah yang jauh dari Rumah”

Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah (Efesus 2:19)

Renungkan: Tuhan yang Memberi Saya Keluarga yang Baru



Natur dari Gereja
1. Baca Roma 16:5 dan 1 Korintus 16:19. Apakah orang Kristen yang mengadakan pertemuan dalam rumah ini dihargai Paulus sebagai gereja?
2. Baca 1 Korintus 1:1 dan 1 Tesalonika 1:1. Apa kata Paulus mengenai gereja dalam bagian ini? Bagaimana hal ini dibandingkan dengan bagian yang dikutip dalam pertanyaan 1 diatas?
3. Baca Kisah 9:31. Apa yang dikatakan bagian ini mengenai gereja? Kenapa sangat penting dalam setiap bagian ini (lihat pertanyaans 1-2) gereja tidak dinyatakan dalam kata yang jamak seperti gereja-gereja tapi hanya dalam kata tungggal? Apakah anda memperhatikan pertumbuhan ukuran besar dan wilayah gereja dinyatakan, seperti, rumah, kota, daerah.
4. Berdasarkan bagian diatas kita bisa mengatakan bahwa gereja hanya satu, rohani, dan tidak terlihat dibentuk dari semua orang percaya dalam Kristus. Baca Efesus 4:1-6. Bagaimana cara bagian ini menjelaskan esensi, kesatuan rohani dari gereja universal, walaupun gereja lokal—dengan perbedaan yang ada—bisa muncul dalam setiap kota (cf. Titus 1:5)? Lebih jauh, walaupun kita tidak mengetahui dalam setiap masalah tentang siapa dan siapa yang bukan orang percaya, Tuhan pasti “mengetahui mereka yang menjadi milikNya” (2 Timotius 2:19).
5. Menurut Efesus 5:25, untuk siapa Kristus mati? Apa dampak hal ini menyangkut esensi kesatuan gereja dan posisi kesatuan (dihadapan Tuhan dalam Kristus)yang dimiliki olehnya untuk menunjukan secara praktek kepada dunia dalam hubungannya, yaitu hubungan sesama orang Kristen?
6. Baca Efesus 2:11-22 dan 3:6. Apa natur dari gereja dilihat secara etis (i.e., dilihat menurut kelompok orang yang berbeda)? Berapa penting kebenaran ini pada saat ini?




Metafora Alkitab untuk Gereja
1. Dalam Alkitab ada beberapa metafor (simbol) untuk gereja yang diambil dari dunia pertanian, agama, bioligi, dll. Setiap metafor menyumbangkan suatu yang unik tentang natur dari gereja dan seluruhnya membangun pengertian kita akan karya Tuhan yang luar biasa yang disebut ekklesia. Baca Yohanes 15:5. Apa simbol yang digunakan untuk menggambarkan hubungan kita dengan Kristus? Perasaan dan gambaran apa dalam metafor ini yang dibangkitkan dalam anda? Apa yang dinyatakan dalam 15:6 tentang kebutuhan total kita untuk berdiam dalam Kristus?
2. Dalam menjalani pelayanannya ke Korintus, apa kata Paulus mengenai gereja? Lihat 1 Korintus 3:6-9. (Lihat dibawah untuk referensi yang lebih lanjut akan gereja sebagai bangunan)
3. Baca 1 Korintus 3:9-15. Dengan apa Paulus membandingkan gereja? Dengan cara apa gereja diumpamakan sebagai bangunan dan apa maksud dari metafor ini, i.e., kenapa Paulus menyatakan hal ini kepada jemaat Korintus? Baca Efesus 2:19-20. Bagaimana hubungan bagian ini dengan 1 Korintus 3:9-15?
4. Apa kata Paulus tentang gereja dalam 1 Korintus 3:16-17? Lihat juga 1 Petrus 2:4-8. Apa fungsi Bait dalam PL? Lihat Keluaran 40:34-38; 2 Samuel 7:5; 1 Kings 8:17-19, 27-30. Apakah gambaran ini berkaitan dengan keistimewaan dan tanggung jawab?
5. Gambaran apa yang digunakan dalam 1 Timotius 3:15 untuk menunjukan gereja? Apakah ini menunjukan tentang hubungannya dengan Tuhan, Alkitab dan dunia?
6. Apa kata Yesus kepada Tuhan dalam Matius 6:6, 9? Apa sebutan orang Kristen dalam Galatia 3:26 dan 1 Korintus 6:18? Apa dampak hal ini tentang natur dari gereja jika Tuhan adalah Bapa kita dan kita adalah anaknya laki-laki dan perempuan? Lihat Efesus 3:14-15 dan Galatia 6:10.
7. Salah satu metafora yang sering digunakan dalam Alkitab untuk menunjuk pada gereja adalah “tubuh Kristus” Baca 1 Korintus 12:12-26. Apa yang ditunjukan gambaran tubuh terhadap natur gereja dalam bagian ini?
8. Baca Efesus 1:22-23 dan 4:15-16. Disini gereja dilihat sebagai tubuh, tapi Kristus juga dimasukan dalam metafor sebagai Kepala. Ini penggunaan gambaran yang berbeda dengan 1 Korintus 12. Menurut bagian ini dalam Efesus apa yang menjadi tugas dari Kepala dari tubuh? Apa yang harus menjadi respon dari tubuh?


Kuasa dan Pelayanan Gereja

1. Menurut Efesus 1:12 apa alasan utama Tuhan mendirikan gereja? Apa hubungannya dengan Roma 12:1 dan 2 Korintus 7:1 berkaitan dengan hal ini?
2. Apa mandat gereja berkaitan dengan anggotanya? Lihat Efesus 4:11-16 dan Kolose 1:28.
3. Siapa yang memberikan gereja otoritas dan kuasa untuk menjalankan misinya? Lihat Matius 28:18.
4. Berkaitan dengan dunia, apa mandat utama kita dalam Matius 28:19-20? Apa hubungan hal ini denganMatius 5:16, Lukas 10:25-37, dan Galatia 6:10?
5. Apa yang dikatakan Paulus mengenai injil dalam Roma 1:16 dan 10:14-17?




Tanda Gereja yang Benar
Ada beberapa tanda gereja yang benar, tapi yang paling umum disebut adalah: (1)
ajaran Alkitab; mengimani dan melaksanakan Firman Tuhan dalam Dia (2 Timotius 2:15); (2
) tafsiran yang tepat dan menjalankan sakramen iman, seperti perjamuan kudus dan baptisan (1 Korintus 11);
(3) pelaksanaan disiplin pemulihan Alkitab (Matius 18:15-20);
(4) memperlengkapi setiap anggota kearah kekudusan dan pelayanan yang efektif (Kolose 1:28), dan
(5) penekanan yang kuat akan memcapai dunia bagi Kristus dan melatih orang Kristen yang baru (Matius 28:19-20).


Karunia yang Diberikan Kepada Gereja
1. Baca Roma 12:4-5; 1 Korintus 12:4-26, dan Efesus 4:1-6 dan PERHATIKAN penekanan pada keragaman dari konteks kesatuan. Siapa yang menyebabkan keragaman dan kesatuan?? Kenapa karunia diberikan kepada setiap anggota ? Apakah karunia yang ada dalam Roma 12:6-8, 1 Korintus 12:7-10, 28-30, Efesus 4:11 sudah lengkap? Kenapa dan kenapa tidak?
2. Siapa yang menentukan orang yang menerima karunia menurut 1 Korintus 12:11?
3. Apakah setiap orang memiliki karunia yang sama? Lihat 1 Korintus 12:29-31. Haruskah setiap orang memiliki karunia bicara lidah? mengajar? dll.?
4. 1 Korintus 12-14 membentuk satu pemikiran. Ketiga pasal berkisar topik itu: “penggunaan dan penyalahgunaan dari karunia Roh.” Pasal 13 mengenai kasih dan itu dibicarakan ditengah 12-14. Itu bisa dibagi kedalam 3 bagian seperti: (1) sebutan dari kasih (12:31b-13:3); (2) kasih yang dilaksanakan (13:4-7), dan (3) kasih yang permanen (13:8-13). Apa sumbangan pasal ini terhadap maksud Paulus dalam pasal 12 dan 14? Mengapa ini sangat penting untuk dimengerti dan dilaksanakan dalam persekutuan kita? Apa yang akan terjadi jika kasih tidak ada dan bukan hal utama ketika menjalankan karunia yang dimiliki?



Kedudukan dalam Gereja

1. Baca Kisah 14:23; 20:17, Titus 1:5; Yakobus 5:14; 1 Petrus 5:1; 1 Timotius 3:1-7, dan Titus 1:6-9 (overseer mungkin sama dengan elder). Siapa yang menjadi pemimpin utama dalam gereja? Apa kualifikasi mereka?
2. Baca 1 Timotius 3:8-12. Apa kelompok kepemimpinan utama lainnya dalam gereja? Apa kualifikasi mereka dan mungkin beberapa fungsi mereka?



Renungkan: Apa Arti Hal Ini Buat Hidup Saya?



Natur Gereja

Apakah pelajaran yang ditunjukan Paulus kepada orang percaya yang bertemu dalam rumah sebagai gereja mengubah cara pandang anda tentang gereja? kenapa? Fakta lain apa tentang nature gereja yang mencuri perhatian anda dan bagaimana pengertian baru ini memberikan keuntungan dalam situasi yang diberikan Tuhan?


Metafora Alkitab untuk Gereja

Apa yang anda pelajari mengenai nature organic gereja dari metaphor ini? Menurut anda apa hubungan metaphor ini dengan gereja secara institusi? Menurut anda metaphor mana yang, paling baik menggambarkan hubungan anda dengan Kristus dan orang percaya yang lain?


Kuasa dan Pelayanan Gereja

Apa artinya buat anda, dalam kontek membagi iman anda, bahwa Kristus memiliki semua otoritas disurga dan dibumi? Berbicara mengenai pelayanan gereja, kita membicarakan 3 wilayah. Siapa mereka dan kenapa penting ketiganya harus ada dalam setiap gereja? Bagaimana anda melayani dalam gereja anda? Bagaimana anda mengembangkan dan dewasa dalam pelayanan ini?


Tanda Gereja yang Benar

Hal apa yang seharusnya dilihat dalam suatu gereja? Hal apa yang seharusnya ada sebelum anda bersekutu disuatu tempat? Kapan waktu yang tepat bagi orang Kristen untuk meninggalkan gereja dengan alasan selain dari relokasi (a.n., berkaitan dengan perubahan karir, atau hal yang mirip)? Apakah ada perbedaan pendapat mengenai pentingnya injil, dan pentinya doktrin akhir jaman seseorang? Jika demikian, yang mana lebih penting dan pada titik apa anda bergumul dengan suatu gereja pada salah satu bidang ini (jika gereja berbeda dengan anda). PERHATIKAN: Dalam setiap pertanyaan ini kita mendorong orang untuk tetap pada pendapat mereka dan mencoba untuk dewasa bersama dengan orang percaya yang lain, daripada keluar hanya karena seorang memegang doktrin yang berbeda. Tentu saja, ada doktrin yang salah dan harus keluar dari gereja karena melihat usaha untuk kepada Alkitab sudah tertutup. Tapi, telah menjadi pengalaman kami, ada banyak orang Kristen, di US dan Kanada, secara khusus, yang mengubah gereja karena perbedaan atau ketidakcocokan. Ini tidak sehat dan menghalangi seseorang untuk benar-benar menyerahkan dirinya pada Tuhan dan umatnya dalam suatu lokasi tertentu.


Karunia yang Diberikan Kepada Gereja

Apa karunia rohani anda? Jika anda tidak mengetahuinya, cara apa yang terbaik untuk mengetahuinya? Beroa? Mencari nasihat Tuhan? Lihat Roma 12:1-2. Apa konteks dasar etis dan rohani yang dibutuhkan untuk karunia bisa berfungsi secara sehat? Bagaimana anda bisa ikut serta dalam mengembangkan keragaman ini dalam gereja anda?


Kedudukan dalam Gereja

Kenapa Tuhan menegakkan kepemimpinan dalam gereja? Apa seharusnya respon kita kepada pemimpin yang Tuhan tunjuk atas kita? Lihat Kisah 17:11; Ibrani 13:7, 17.


Masalah Kesatuan

Apakah dalam menyelami bagian ini anda mendapat masukan segar mengenai keinginan Tuhan supaya anakNya hidup dan berjalan dalam kesatuan? Apa yang bisa anda lakukan untuk memelihara kesatuan dalam gereja anda dan diantara gereja yang ada dalam lingkungan anda? Percayalah pada Tuhan untuk memberkati anda dalam hal ini.
Baca Selengkapnya → Gereja: “Rumah yang jauh dari Rumah”